Polemik Saling Lapor

Bupati Toraja dan Warga,

Frederik Kalalembang: Hadapi dengan Kepala Dingin



Ketua IKaT Nusantara, Irjen (Pol) Frederik Kalalembang


TRIBUNTORAJA.COM - Saling lapor antara Bupat Toraja Utara, Yohanis Bassang, dengan pengurus LSM Forum Peduli Toraja, Stev Raru, menggema sampai ke telinga perantau Toraja.

Disebutkan bahwa Yohanis Bassang melaporkan Stev Raru ke Polres Toraja Utara, Selasa (13/6/2023) kemarin karena merasa diancam dan laporan perbuatan tidak menyenangkan.

Hari ini, Rabu (14/6/2023), giliran Stev Raru yang melaporkan balik Yohanis Bassang ke Polres Toraja Utara dengan aduan Pasal 318 KUHPidana.


Menanggapi polemik ini, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKaT) Nusantara, Irjen (Pol) Frederik Kalalembang, memberikan tanggapannya.

Ia mengaku kaget setelah membaca berita terkait perseteruan Yohanis dan Stev Raru. "Saya kaget membaca berita di media kalau ada perseturuan antara Bupati Torut dan masyarakat," katanya kepada TribunToraja.com, Rabu (14/6/2023).

Ia meyayangkan "pertengkaran mulut" antara Bupati Torut dan seorang masyarakat berujung pada saling melapor di kepolisian.

"Saya berharap masalah ini harus dihadapi dengan kepala dingin, tidak usah saling melapor. Karena tidak ada. Tapi, kalau ada masalah seperti ini, baiknya duduk bersama dan diselesaikan dengan baik," pesan Frederik.


Ia menyampaikann bahwa Bupati sebagai orang tua dan sekaligus pemimpin di Toraja Utara harusnya berbesar hati, karena masyarakat merupakan anak-anak dari bupati.

"Begitulah pemimpin. Ibarat kita dalam rumah tangga, pasti tidak semuanya sejalan apalagi mungkin pilih kasih kepada anak-anak kita," katanya.


"Saya juga berpesan kepada adik-adik masyarakat harus saling hormat kepada orang tua, khususnya Bupati, dan disampaikan dengan baik, tidak malah saling serang," papar Frederik.

Ia meminta agar kedua belah pihak saling koreksi diri. Ia juga meminta Polres agar menjembatani laporan keduanya sehingga masalah ini bisa segera selesai dengan baik.

"Tidak ada masalah yang sulit apabila kita saling koreski diri dan mudah-mudahan pihak Polres bisa menjembatani kedua belah pihak dan lakukan Restorasi Justise sehingga ke depan ada kedamaian dalam membangun Toraja Utara yang lebih baik," kata Frederik.

"Karena, kapan kita bisa melakukan pembangunan kalau hanya mengurus masalah-masalah sepele saja salaing lapor padahal bisa diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya.